Administrasi merupakan rangkaian kegiatan (proses) yang wujudnya:
merencanakan, memutuskan, menyusun, mengatur, memimpin, mengurus, mengarahkan,
membimbing, menselaraskan, mengendalikan, mengawasi, meyempurnakan dan
kegiatan-kegiatan semacam itu. Untuk ringkasnya kegiatan-kegiatan semacam itu
tercakup dalam suatu istilah yaitu yang disebut ”menata” atau “penataan”.
Oleh karena itu kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam pengertian Administrasi
adalah rangkaian kegiatan penataan. (The Liang Gie & Sutanto,1977).
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Administrasi adalah segenap
rangkaian kegiatan penataan terhadap usaha kerja sama manusia untuk mencapai
tujuan tertentu.
Sebagaimana diketahui bahwa tujuan yang hendak dicapai dan sifat suatu
kerja sama dapat bermacam-macam. Demikian juga jumlah dan susunan orang-orang
yang bekerja sama dapat berbeda-beda pula. Selanjutnya usaha itu dapat pula
berlangsung pada waktu dan tempat yang berlain-lainan. Tetapi pada setiap kerja
sama yang dilakukan oleh sekelompok orang pasti terdapat rangkaian kegiatan
penataan yang mengarahkan kepada pencapaian tujuan. Rangkaian kegiatan penataan
ini sebagai suatu kebulatan kini biasanya menjadi fungsi seseorang atau
beberapa orang pejabat. Atau dengan perkataan lain Administrasi sebagai fungsi
dijalankan oleh setiap orang yang berkedudukan sebagai pucuk pimpinan suatu
usaha kerja sama manusaia atau “Ketua Organisasi”. Yang dinamakan “Administrator”.
Jadi Administrator adalah kepala yang tertinggi di dalam organisasi. Tetapi
tidaklah berarti bahwa Administratorlah yang satu-satunya berperan sebagai
pelaksana fungsi Administrasi, melainkan dilaksanakan juga oleh pejabat-pejabat
yang berada dibawahnya berdasarkan pelimpahan dari Administrator tadi.
Perlu diketahui bahwa Administrasi yang merupakan rangkaian kegiatan penataan, merupakan pekerjaan penunjang pelaksanaan pekerjaan substansuif. Kelompok pekerjaan yang dilakukan dengan rangkaian kegiatan subtantif dinamakan “pekerjaan pokok” atau “pekerjaan induk” yaitu pekerjaan yang langsung bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai. Dalam praktek, tidak ada Administrasi apabila tidak ada pekerjaan pokok atau pekerjaan induk. Dengan demikian proses Administrasi selalu berkaitan dengan pekerja pokok. Selain daripada itu, dalam praktek akan tampak bahwa proses Administrasi dilakukan lebih awal, bersamaan dan lebih akhir dari pada pekerjaan pokok. Atau pekerjaan induk. Keadaan ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Administrasi sebagai
rangkaian kegiatan penataan di dalam pelaksanaanya bila diteliti terlihat
adanya unsur-unsur yang menurut The Liang Gie unsur-unsur tersebut terdiri atas
8 macam , yaitu :
1. Organisasi: adalah unsur pertama dari Administrasi yang
merupakan wadah dimana kegiatan–kegiatan administrasi dijalankan. Dalam
organisasi dikelompokkan ortang-orang, tugas-tugas, wewenang, dan tanggung
jaawab serta hubungan diantara para pekerja atau unit-unit tugas.
2. Manajemen: adalah rangkaian perbuatan menggerakkan orang-orang
dan mengerahkan segenap fasilitas kerja agar tujuan kerjasama betul-betul
tercapai.
3. Komunikasi: rangkaian perbuatan menyampaikan warta dari satu
pihak kepeda pihak lain dalam usaha kerjasama yang bersangkutan.
4. Kepegawaian: rangkaian perbuatan mengatur dan mengurus tenaga
kerja yang diperlukan dalam usaha kerjasama yang bersangkutan.
5. Keuangan: rangkaian perbuatan mengelola segi-segi pembelanjaan
dalam usaha kerja sama.
6. Perbekalan: rangkaian perbuatan mengadakan, mengatur pemakaian,
mendaftar, memelihara, sampai kepada penyingkiran benda-benda perlengkapan
dalam usaha kerjasama.
7. Tatausaha : rangkaian perbuatan menghimpun, mencatat, mengolah,
menggandakan, mengirim, dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukkan
dalam usaha kerjasama.
8. Hubungan masyarakat: rangkaian kegiatan menciptakan hubungan
baik dan dukungan dari masyarakat sekeliling terhadap usaha kerja sama yang
bersangkutan
Unsur-unsur yang disebutkan di artas terdapat dalam usaha kerja sama pada
umumnya, apapun tujuan dan corak usaha kerja sama itu. Pemisahan
unsur-unsur itu hanyalah untuk kebutuhan analisis teoritis sebab dikenyataan
sehari-hari kegiatan dari unsur-unsur ini saling jalin menjalin satu sama lain,
karena memang administrasi adalah merupakan suatu kebulatan yang tidak dapat
dipisah-pisahkan. Jadi administrasi akan dapat berjalan dengan baik bila
memperhatikan dan saling ternjalinnya unsur – unsur administrasi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar